Kota Banda Aceh adalah Ibu Kota Provinsi Aceh, Indonesia. Kota Banda Aceh, yang berdiri di abad ke-14 juga merupakan kota Islam yang paling tua di Asia Tenggara, sejak menjadi ibu kota dari Kesultanan Aceh Darussalam (1496-1903 M) dahulu.

Penduduk Banda Aceh pada 2020 berjumlah 270.328 jiwa, di mana 97,94 persennya adalah Muslim. Sisanya adalah pemeluk Budha dan Kristen.

Banda Aceh memiliki luas 61,36 km2. Saat terjadi gelombang tsunami dan gempa bumi besar berskala 9,2 Skala Richter pada 26 Desember 2004, kota ini hancur. Lebih dari 60 persen bangunan di kota ini runtuh, dan ratusan ribu penduduk kota ini dan kota-kota sekitarnya menjadi korban.

Di abad ke-14 Banda Aceh menjadi ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam. Pada masa kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1530 M), Banda Aceh dikenal sebagai pusat peradaban Islam di Asia Tenggara. Saat itu Banda Aceh juga berhasil menjadi salah satu kota pusat pertahanan yang mengamankan jalur perdagangan maritim dan lalu lintas jemaah haji dari perompakan yang dilakukan armada Portugis.

Banda Aceh sebagai ibu kota Kesultanan Aceh Darussalam mencapai puncak kegemilangan di masa kekuasaan Sultan Iskandar Muda (1607-1636 M) dengan kembali menjadi pusat perdagangan maritim, khususnya untuk komoditas lada yang digemari di Eropa saat itu. Iskandar Muda bahkan menjadikan Banda Aceh sebagai taman dunia, yang dimulai dari komplek istana. Komplek istana Kesultanan Aceh juga dinamai Darud Dunya (Taman Dunia).

Aceh adalah wilayah paling akhir yang jatuh ke tangan penjajah Belanda pada 1903, setelah melalui perang selama puluhan tahun. Sultan Muhammad Daud Syah adalah Sultan Aceh terakhir yang bertahta pada tahun 1874-1903. Ia dibuang Belanda ke Ambon, lalu Batavia. Belanda lalu mengubah nama Banda Aceh menjadi Kuta Raja. Tapi, setelah menjadi bagian negara Republik Indonesia, kota ini kembali dinamakan Banda Aceh pada 28 Desember 1962.

Kota Banda Aceh memiliki 9 kecamatan dan 90 gampong (desa/kelurahan), yaitu:

– Baiturrahman
– Banda Raya
– Jaya Baru
– Kuta Alam
– Kuta Raja
– Lueng Bata
– Meuraksa
– Syiah Kuala
– Ulee Kareng

Kota Banda Aceh sekarang dipimpin oleh Wali Kota Aminullah Usman, yang menjabat sejak 7 Juli 2017. Ia kelahiran Aceh Barat, 1 Agustus 1958. Wakil wali kota adalah Zainal Arifin. Dalam Pilkada 2017, pasangan ini didukung oleh Partai Nasdem, PAN, Golkar, Gerindra, PKB dan PBB. Mereka mengalahkan petahana Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi oleh Farid Nyak Umar yang didukung Partai Demokrat, PKS, PPP, PDA, PKPI, Hanura, dan PDIP.

Dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019, PKS, PAN dan Partai Demokrat meraih kursi terbanyak di Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, masing-masing memiliki 5 kursi. Disusul Gerindra dengan 4 kursi, lalu Golkar dan NasDem masing-masing 3 kursi. PPP dan partai lokal PDA meraih 2 kursi, sedang partai lokal lainnya, PNA mendapat 1 kursi.*

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *